
Trader forex sering menyesuaikan strategi untuk memanfaatkan jam trading tertentu dan tumpang tindih guna memaksimalkan profit. Berikut beberapa strategi yang bisa digunakan dalam berbagai sesi pasar forex:
1. Breakout trading
Deskripsi
Strategi ini berfokus pada mengidentifikasi level support dan resistance lalu membuka posisi saat harga menembus level tersebut.
Penerapan saat tumpang tindih
Selama tumpang tindih London dan New York, pergerakan harga cenderung lebih besar. Trader bisa membuat trade setelah harga menembus resistance atau support, mengikuti arah breakout.
Alat indikator
Gunakan indikator teknis seperti Bollinger Bands atau trendline untuk mendeteksi breakout.
2. Scalping
Deskripsi
Scalping adalah strategi jangka pendek yang melibatkan banyak transaksi untuk memanfaatkan pergerakan harga kecil.
Penerapan saat tumpang tindih
Tumpang tindih pasar meningkatkan volatilitas dan likuiditas, kondisi yang ideal untuk scalping. Trader bisa memanfaatkan fluktuasi harga kecil dengan spread rendah untuk meraih profit cepat.
Alat indikator
Gunakan timeframe 1 atau 5 menit dengan indikator seperti RSI atau MA untuk menentukan titik masuk dan keluar dengan cepat.
3. Trend following
Deskripsi
Strategi ini memanfaatkan tren pasar yang sedang berlangsung dengan masuk posisi sesuai arah tren utama.
Penerapan saat tumpang tindih
Selama periode aktivitas tinggi seperti tumpang tindih London dan New York, tren kuat sering terbentuk. Trader bisa mencari konfirmasi seperti crossover moving average sebelum masuk posisi yang mengikuti tren.
Alat indikator
Gunakan indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) and Average Directional Index (ADX) untuk menilai dan mengikuti tren.
4. Range trading
Deskripsi
Strategi ini berfokus pada mengidentifikasi level support dan resistance, lalu membeli di support dan menjual di resistance.
Penerapan saat tumpang tindih
Pada sesi Asia, saat volatilitas cenderung rendah, trader bisa mengidentifikasi kisaran harga stabil untuk diperdagangkan. Selama tumpang tindih, jika harga menembus level kunci dalam kisaran tersebut, trader bisa beralih dari range trading ke breakout trading.
Alat indikator
Gunakan indikator non-expanding, seperti RSI, untuk mendeteksi kondisi overbought atau oversold dalam kisaran harga.
5. News trading
Deskripsi
Strategi ini berfokus pada trading berdasarkan rilis berita ekonomi yang berdampak besar terhadap pergerakan pasar.
Penerapan saat tumpang tindih
Banyak rilis ekonomi penting, seperti nonfarm payroll AS atau pengumuman ECB, sering bertepatan dengan tumpang tindih pasar. Trader bisa menganalisis indikator ekonomi dan menyesuaikan posisi untuk menghadapi lonjakan volatilitas yang terjadi setelah berita dirilis.
Alat indikator
Gunakan kalender ekonomi, analisis sentimen, dan indikator volatilitas sebelum pasar dibuka untuk mengantisipasi pergerakan harga.
6. Arbitrage trading
Deskripsi
Arbitrase melibatkan pembelian dan penjualan mata uang secara bersamaan di pasar berbeda untuk memperoleh keuntungan dari selisih harga.
Penerapan saat tumpang tindih
Saat sesi tumpang tindih, perbedaan harga antara broker atau bursa dapat menciptakan peluang arbitrase. Trader harus bertindak cepat untuk memanfaatkan selisih harga sebelum peluang tersebut hilang.
Alat indikator
Gunakan sistem trading otomatis untuk mengeksekusi trade dengan cepat dan memanfaatkan perbedaan harga kecil.
7. Swing trading
Deskripsi
Swing trading bertujuan memanfaatkan pergerakan harga dalam beberapa hari atau minggu. Trader mencari pola yang mengindikasikan pembalikan atau kelanjutan tren.
Penerapan saat tumpang tindih
Trader bisa masuk posisi berdasarkan pergerakan harga yang lebih besar saat tumpang tindih, dengan analisis teknis untuk mengidentifikasi titik swing harga. Ini memungkinkan trader menghasilkan profit dari pergerakan harga jangka panjang.
Alat indikator
Pola candle, level retracement Fibonacci, dan garis tren bisa membantu mengidentifikasi potensi titik swing harga.