Strategi 1
Sebagai contoh, misalkan kita telah memutuskan untuk trading pasangan mata uang CADJPY.
Kanada adalah salah satu negara produsen minyak terbesar di dunia dan dikenal sebagai eksportir komoditas ini. Jadi, dolar Kanada biasanya naik saat harga minyak naik. Sebaliknya, Jepang dianggap sebagai pengimpor minyak bersih. Hal ini menyebabkan yen melemah ketika harga minyak naik. Situasi ini membuat dinamika harga minyak menjadi indikator utama untuk pergerakan pasangan mata uang CADJPY.
Konsep strategi:
Kerangka waktu – harian
Pengaturan trading beli:
Pertama, identifikasi resistance di grafik teknis harian futures minyak.
Temukan candlestick yang ditutup di atas resistance.
Buka posisi beli di CADJPY segera setelah candlestick berikutnya terbuka.
Pasang stop-loss di level support penting sebelum entri.
Pasang take-profit di bawah level resistance penting berikutnya setelah entri.
Contoh:
Di grafik harian WTI, kita mengidentifikasi tren naik dan sedang mencari breakout. Candlestick yang ditutup di atas garis tren terjadi pada 3 Januari. Setelah itu, pada 4 Januari, kita membuka posisi beli untuk CADJPY di harga pembukaan candlestick di 79.79. Kita menempatkan stop-loss di level support sebelumnya di 78.91 dan take-profit di 81.8.


Pengaturan trading jual
Identifikasi support di grafik minyak di kerangka waktu harian.
Temukan candle yang ditutup di bawah support.
Buka posisi jual di CADJPY pada pembukaan candlestick berikutnya.
Pasang stop loss di level resistance penting sebelum level entri.
Pasang take profit di bawah level support penting berikutnya setelah level entri.
Contoh:
Pada grafik harian WTI, harga minyak mentah telah terkonsolidasi di atas level support di $50,57. Kita menunggu terjadinya breakout dari level ini, yang terjadi pada 17 Desember. Setelah itu, kita beralih ke grafik CADJPY. Kita pasang order jual di harga pembukaan candlestick pada 18 Desember di $84,14. Stop loss untuk posisi ini akan berada di $85,27, sedangkan take profit berada di $82,7.


Strategi 2
Strategi yang akan kami uraikan di sini menjelaskan tentang korelasi negatif antara indeks dolar AS (indeks yang mengukur nilai USD relatif terhadap nilai sekeranjang mata uang utama) dan harga emas. Sebagai kaidahnya, jika indeks dolar AS turun, maka emas naik.
Konsep strategi:
Kerangka waktu – harian
Pengaturan trading beli:
Identifikasi level support di grafik indeks dolar AS (kerangka waktu harian).
Temukan candle yang ditutup di bawah support.
Buka posisi beli di grafik emas pada pembukaan candlestick berikutnya.
Pasang stop-loss di level support penting sebelum entri.
Pasang take-profit di bawah level resistance penting berikutnya setelah entri.
Contoh:
Di grafik harian indeks dolar AS, kita melihat breakout dari support 95.66 pada tanggal 7 Januari. Setelah itu, kita buka grafik emas dan masuk posisi beli pada $1.285 pada 8 Januari. Kita pasang stop loss di level support sebelumnya di $1.273. Level take profit berada di $1.299 (sedikit di bawah level resistance).


Pengaturan trading jual:
Identifikasi level resistance di grafik indeks dolar AS (kerangka waktu harian).
Temukan candlestick yang ditutup di atas resistance.
Buka posisi jual di grafik emas pada pembukaan candlestick berikutnya.
Pasang stop loss di level resistance penting sebelum level entri.
Pasang take profit di bawah level support penting berikutnya setelah level entri.
Contoh:
Situasi ketika Anda perlu membuka posisi jual mirip dengan skenario posisi beli. Pada tanggal 10 Agustus (Jumat), kita mengidentifikasi breakout resistance di grafik harian indeks dolar AS. Kita beralih ke grafik XAUUSD dan masuk posisi jual di harga pembukaan candlestick pada tanggal 13 Agustus (Senin) di $1.211. Kita pasang stop loss di atas level resistance pertama sebelum masuk di $1.220. Level take profit ada di $1.198 (dekat dengan level support).


Ringkasan
Pemahaman korelasi dan analisis fundamental mempermudah trader posisi untuk menangkap pergerakan pasar dan membuka posisi di waktu yang tepat.