Peringkat likuiditas pasar
Kita dapat membagi semua jenis aset ke dalam tiga kategori utama berdasarkan likuiditasnya.
Likuiditas tinggi:
Uang tunai dan setara kas: Aset paling likuid karena tidak perlu dikonversi untuk digunakan. Selain itu, tidak ada risiko kehilangan nilai saat digunakan.
Saham perusahaan besar seperti Apple atau Amazon: Saham ini biasanya mudah diperdagangkan di bursa saham karena pembeli dan penjual hampir selalu tersedia.
Obligasi pemerintah: Anda dapat dengan cepat menjual obligasi pemerintah di pasar, karena obligasi ini diterbitkan oleh pemerintah yang stabil (misalnya, Obligasi AS). Investor sering menganggapnya sebagai aset yang aman (safe haven) di pasar keuangan, sehingga obligasi ini diperdagangkan secara luas dan dipercaya.
Likuiditas medium:
Obligasi korporasi memiliki likuiditas lebih rendah dibandingkan obligasi pemerintah karena permintaannya lebih rendah. Likuiditas juga tergantung pada kredibilitas perusahaan dan kondisi pasar. Misalnya, obligasi dari perusahaan S&P 500 relatif mudah dijual, tetapi obligasi dari perusahaan kecil mungkin memerlukan waktu lebih lama.
Saham kapitalisasi kecil atau saham yang kurang populer bisa lebih sulit dijual karena lebih sedikit diperdagangkan.
Komoditas memiliki likuiditas yang bervariasi tergantung pada aktivitas pasar. Komoditas seperti emas atau perak lebih likuid, sedangkan komoditas fisik seperti minyak memerlukan logistik dan dokumen tambahan, yang mengurangi likuiditasnya.
Likuiditas rendah:
Properti atau barang koleksi: Transaksi properti memerlukan waktu untuk menemukan pembeli, menegosiasikan harga, dan menyelesaikan dokumen. Terkadang, Anda harus menurunkan harga secara signifikan untuk menyelesaikan transaksi dengan cepat, dan harga dapat berfluktuasi besar berdasarkan kondisi pasar dan lokasi. Barang koleksi langka seperti karya asli Picasso memerlukan waktu untuk menemukan pembeli dan menyepakati harga.
Investasi ekuitas swasta dan modal ventura: Lebih sulit menemukan pembeli untuk investasi ini. Investasi ini dilakukan di perusahaan swasta dan tidak ada pasar publik untuk perdagangan cepat.
Faktor penting: Likuiditas aset bergantung pada volume perdagangan, kedalaman pasar, transparansi pasar, dan selisih (spread) antara harga beli dan jual. Semakin cepat transaksi dapat dilakukan, semakin tinggi likuiditas aset tersebut.
Dampak likuiditas
Likuiditas memainkan peran penting bagi investor individu, perusahaan, industri, pemerintah, dan ekonomi secara keseluruhan.
Misalnya, seorang individu mungkin perlu menjual mobilnya dengan cepat untuk membayar tagihan darurat (likuiditas tingkat aset). Sebuah perusahaan memastikan dapat membayar gaji karyawan tepat waktu (likuiditas akuntansi). Pemerintah mengelola cadangan kas selama krisis ekonomi untuk mendanai layanan publik (likuiditas pasar dan sektor).
Berikut adalah beberapa hal penting yang dapat dipengaruhi oleh likuiditas.
Harga aset
Aset dengan likuiditas tinggi, seperti saham perusahaan besar atau mata uang kripto populer, cenderung memiliki harga yang lebih stabil. Karena volume trading yang tinggi, harga aset berubah secara perlahan, dan Anda biasanya dapat menjual atau membeli dengan harga yang mendekati harga pasar.
Sebaliknya, aset dengan likuiditas rendah (misalnya, properti atau kripto langka) dapat berfluktuasi secara signifikan dalam harga karena jumlah pembeli atau penjual yang terbatas.
Risiko
Likuiditas tinggi juga mengurangi risiko. Jika Anda dapat membeli atau menjual dengan mudah, Anda dapat yakin tidak akan mengalami kerugian besar saat kondisi pasar berubah.
Namun, likuiditas rendah meningkatkan risiko: ketika aset yang dipegang dalam waktu lama menjadi bermasalah, investor menghadapi kerugian besar, terutama selama volatilitas pasar jika aset memerlukan waktu lama untuk dijual.
Kemampuan berinvestasi
Likuiditas tinggi memberikan fleksibilitas yang lebih besar. Mudah untuk masuk dan keluar dari trade, memungkinkan trader merespons perubahan pasar dengan cepat dan menyesuaikan strategi investasi (yang juga mengurangi risiko).
Memiliki banyak aset yang tidak likuid dapat membatasi kemampuan Anda untuk berinvestasi. Anda mungkin tidak dapat menjual aset dengan cepat saat dibutuhkan, dan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan kondisi pasar yang menguntungkan.
Stabilitas keuangan
Likuiditas tinggi berkontribusi pada stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan. Ini mendukung ekonomi yang sehat dan mengurangi risiko krisis ekonomi. Namun, ketika aset tidak dapat dijual dengan cepat, hal ini dapat menyebabkan rendahnya likuiditas di pasar dan memicu masalah serta ketidakstabilan ekonomi.
Ketersediaan kredit
Likuiditas tinggi memfasilitasi akses ke kredit. Ketika bank dan institusi keuangan dapat menjual aset dengan cepat atau menyediakan likuiditas, mereka lebih bersedia untuk memberikan pinjaman. Namun, ketika aset atau sekuritas sulit dijual, pemberian kredit menjadi terbatas karena institusi keuangan akan kurang bersedia untuk meminjamkan.
Kesimpulan
Likuiditas sangat penting untuk stabilitas keuangan. Ini memengaruhi keputusan di setiap level, mulai dari individu yang mengelola keuangan skala kecil, hingga bisnis dan investor skala besar. Dengan memahami berbagai jenis likuiditas dan cara pengukurannya, individu atau perusahaan dapat membuat keputusan yang tepat untuk mengoptimalkan dana, mengurangi risiko, dan memanfaatkan peluang sebaik mungkin.